UsaBersyariah.Com --- PDI Perjuangan sangat mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama (NU) di dalam mewujudkan Islam nusantara untuk Indonesia Raya. Hal tersebut kerap disampaikan Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum.


“Ibu Megawati Soekarnoputri selalu menegaskan sikap PDI Perjuangan yang menempatkan NU sebagai sahabat dan mitra sejati untuk membumikan Pancasila,” kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam menyambut Harlah NU ke-91 di Jakarta, Rabu (1/2).

Hasto juga menyebutkan NU di harlah ke 91 akan memperkuat Islam Nusantara untuk Indonesia Raya.

“PDI Perjuangan percaya NU tidak hanya menjadi kekuatan perekat bangsa. Sejarah mencatat peran NU di dalam membela kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

Hal ini bisa dilihat dari Resolusi Jihad yang kini diperingati sebagai Hari Santri. Bagi PDI Perjuangan, dari seluruh nafas organisasi NU, mengalirlah wajah Islam yang membangun peradaban, yakni Islam rahmatan lil alamin.

Hasto menambahkan, tema harlah ke 91 adalah budaya sebagai infrastruktur penguatan agama. Ini artinya Islam bisa berkembang dengan rukun damai dan juga bisa secara luas diterima masyarakat karena pendekatan budaya lokal sebagai pemahaman keagamaan.

PDI Perjuangan berharap, harlah NU yang ke 91 ini memberikan jawaban atas berbagai persoalan nasional saat ini berkaitan dengan adanya pihak-pihak tertentu yang mempertentangkan Pancasila dan Kebhinekaan Indonesia. [ps]

Usabersyariah.Com --- Ketua Umum Partai Demokrat yang juga mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta Presiden Joko Widodo menjelaskan soal penyadapan yang dialami dirinya.


Menurut SBY, karena pernyataan soal penyadapan itu disampaikan di dalam sebuah persidangan, tentu harus dianggap serius.

Permintaan SBY disampaikan dalam jumpa pers yang sedang berlangsung di Jalan Proklamasi, Rabu (1/2).

“Saya mohon Pak Jokowi berkenan memberi penjelasan transkrip sadapan itu. Siapa yang menyadap. Supaya jelas yang kita cari kebenaran,” ujarnya.

“Ini negara kita sendiri. Bagus kalau kita bisa menyelesaikan dengan baik, adil dan bertanggung jawab,” sambung pria dari Pacitan itu.

Kata SBY, kalau dirinya yang merupakan mantan presiden dan mendapat pengawalan dari Paspamres bisa dengan mudah disadap, bagaimana dengan warga negara lain, orang biasa dan politisi biasa.

“Kalau itu yang terjadi negara kita menjadi rimba raya. Hukumnya hukum rimba, yang kuat menang, yang lemah kalah. Padahal seharusnya yang benar menang, yang salah kalah,” demikian SBY. [Gemarakyat]

UsaBersyariah.Com --- Berbicara tentang kontribusi, tentunya kita harus memahami apa yang mau kita bangun pada saat ini. Kalau Kita ingin membangun peradaban Islam, tentunya bukan hanya materi yang harus kita siapkan. Yang paling utama adalah kita memberikan pemahaman tentang kehebatan dan kebenaran peradaban Islam itu sendiri, bukan yang lain. 



Inilah yang saat ini dilakukan oleh Hizbut-tahrir diseluruh dunia. Hizbut-tahrir memberikan pemahaman tentang bagaimana Peradaban Islam yang luar biasa itu untuk bisa ditegakkan kembali ditengah-tengah kehidupan Umat Islam saat ini. Memahamkan akan pentingnya Daulah Khilafah untuk menjalankan Syariat Islam secara sempurna. Karena dampak dari ketiadaan Daulah Khilafah saat ini sangatlah luar biasa. Yaitu, tercampakkannya hukum Syariat Islam dari kehidupan umat muslim. 

Sebagai gambaran yang mudah, saya akan mengambil contoh tentang pengusaha. Untuk membebaskan pengusaha muslim agar terbebas dari hutang riba, bukan berarti kita membagikan uang kepada mereka, mencukupi apa semua kebutuhan modal usaha mereka. Karena itu tidak akan menjamin bahwa mereka tidak akan mengulangi perbuatan yang sama (terlibat riba).

Tetapi untuk membebaskan mereka, para pengusaha Muslim agar terbebas dari riba adalah dengan memberikan pemahaman kepada mereka akan bahayanya riba bagi kelangsungan hidup mereka di dunia maupun di akhirat. Karena dosa riba amat sangatlah BESAR (baca: https://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/02/bersarnya-dosa-riba/)

Kalau sudah mempunyai pemahaman tentang besar dan bahayanya dosa riba, InsyaAllah para penguasa muslim akan berbondong-bondong untuk meninggalkan Riba, menjual semua asetnya demi untuk terbebas dari riba, walaupun semua aset habis tanpa tersisa. #IniAdalahFakta

Sebuah hal kecil seringkali berperan besar dalam mendukung sebuah perubahan. Maka dari itu jangan pernah meremehkan sekecil apapun peran perjuangan kita untuk mengembalikan Kehidupan Islam. Perjuangan itu bukan masalah kalah atau menang, hebat atau bukan, terkenal atau tidak terkenal. Perjuangan Lebih dari itu kawan. Yang kita cari adalah Ridho Allah SWT. Bukan yang lain... 

Kita tidak harus terkenal, tetapi peran dakwah kita mampu merubah pemahaman yang ada. Semoga Syariah Islam dalam bingkai Daulah Khilafah segera tegak dimuka bumi ini. Karena hanya dengan itu Islam Rahmatan Lil Alamin akan terwujud. 

#SecularismEffect 
#yukbersyariah #YukNgaji
#SyariahDanKhilafah mewujudkan #IslamRahmatanLilAlamin


Penulis : Jady Rembang 
Editor : Jendral Syuhada

Contributors

Powered by Blogger.