UsaBersyariah.Com --- Prihatin dengan kondisi umat islam yang terus dikondisikan jauh dari islamnya maka pada hari Minggu 29 Januari 2017 terselenggara Dauroh Islam rahmatanlilalamin yang berlokasi di Masjid Mujahidin Kab.Semarang .


Dauroh Islam Rahmatanlilalamin atau Daurah IRA sendiri adalah suatu acara kajian islam yang membahas materi-materi seputar solusi Islam. Dimana seperti yang diyakini setiap muslim bahwa islam akan membawa rahmat kepada seluruh alam dengan cara mengamalkannya baik dalam pribadi, keluarga, masyarakat bangsa dan negara. 

Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat ini mempertegas bahwa sebenarnya perjuangan mendakwahkan islam rahmatan lillalamin harus terus berlanjut mengingat di wilayah kab semarang sendiri sangat potensial untuk mewujudkan masyarakat yang berkarakter islam. 

Para hadirin yang datang sangat antusias mengikuti jalannya Dauroh IRA. Pihak Panitia yaitu HTI DPD II Kabupaten Semarang menghadirkan Dua pemateri yaitu Ustadz Kamal Lutfi dari Lembaga dakwah sekolah dan Usladz Abu Rusydan yang berkecimpung di lajnah faaliyah.. Masing-masing mendapatkan jatah waktu sekitar 20 menit untuk menyampaikan materi . Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui streming facebook usabersyariah. 

Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Kamal Luthfi yaitu materi akidah. Ustadz Muda ini memaparkan bahwa Akidah adalah fondasi jalan hidup setiap manusia yang Harus dibangun dengan proses berfikir agar bisa menemukan akidah yang benar. Lebih lanjut Beliau juga menjelaskan langkah untuk memdapatkan akidah yang benar harus menemukan jawaban atas tiga pertanyaan yaitu :


Darimana manusia berasal? 

Untuk apa diciptakan? 

Dan akan kemana setelah manusia mati.

Hal ini akan mengantarkan kepada akidah yang kuat. Menjelaskan bagaimana mengenal Tuhan dan memilih Tuhan yang benar. Memantabkan keutuhan Al Quran. Ustadz yang sering mengisi kajian remaja ini juga memaparkan hakekat hidup dan bagaimana menjadi seorang muslim yang sejati.

Sedangkan ustadz Abu Rasydan menyampaikan materi lanjutan. Materi yang dikemas menarik ini adalah materi dakwah. Beliau menegaskan bahwa Dakwah adalah aktifitas para Nabi dan aktifitas yang akan mengalirkan pahala yang banyak. 

Dengan adanya dakwah maka islam tersebar ke seluruh penjuru dunia dan mengubah kejahiliyaan menjadi hidup yang bermartabat. Disamping itu beliau juga mengajak untuk terus mengkaji Islam tidak hanya di acara Dauroh IRA saja. Namun juga mengajak untuk mengikuti kajian-kajian yang lebih intensif. 

Antusias peserta terlihat dari banyaknya penanya pada waktu sesi tanya jawab sehingga banyak yang belum terakomodir karena terbatasnya waktu. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Nur abu naufal dilanjutkan disambung dengan ramah tamah saling jabat tangan antara peserta. Sebagai dokumentasi disempatkan foto bareng didepan masjid habis sholat dhuhur berjamaah. [Abu Zaza]

UsaBersyariah.Com --- Pemerintah sulit untuk menghindar dari dugaan banyak pihak bahwa Pemerintah dengan sengaja dan dengan segala cara melindungi Ahok. Bahkan dapat diartikan juga patut diduga keras memihak Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta saat ini.


Hal ini tercermin dari sikap Kementerian Dalam Negeri yang secara sistematis berupaya menggiring opini masyarakat ke arah penyesatan dari pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan yang benar.

Pada hari Kamis, 9 Februari 2017 Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Widodo Sigit Pudjianto mengatakan,

“Jadi kami minta, sebenarnya berapa sih tuntutannya si JPU itu. Maksudnya begini, kalau tuntutannya mengenakan Pasal 156a (KUHP,red) itu tuntutannya lima tahun. Nah tentu kami akan berhentikan sementara. Tapi kalau tuntutannya menggunakan Pasal 156 (KUHP,red), ya enggak kami berhentikan,”

“Sekarang Kemendagri selalu dibilang tidak tegas, lo? Kalau saya berhentikan (Ahok) sekarang, saya digugat nanti. Saya kan harus dapat informasi yang pasti. Jadi kami menunggu sampai tuntutan dibacakan. Mudah-mudahan secepatnya. Karena JPU sebelumnya mendakwa menggunakan dua Pasal. Yaitu Pasal 156 dan 156a KUHP.”

“Seandainya besok pagi pengadilan ada sidang dan Ahok dituntut pakai Pasal 156a, pasti kami berhentikan sementara. Nah, jangan lupa dulu gubernur daerah lain juga kami langsung berhentikan sementara (begitu diketahui dakwaannya penjara lima tahun ke atas,red)”

Setidaknya terdapat 3 upaya penyesatan hukum yang dilakukan oleh Widodo Sigit Pudjianto:[kiblat]

UsaBersyariah.Com --- Ketua Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menegaskan aksi bela Islam yang digelar umat Islam dari mulai aksi 411, 212 termasuk hari ini hanya bertujuan untuk mencari ridha Allah SWT.


“Ini semua kita gelar untuk mencari ridha Allah SWT. Apapun risiko yang akan kita hadapi, kita akan jalani, yang penting Allah ridha sama kita, Amiiin,” ujar Habib Rizieq dalam tausiahnya di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Sabtu, (11/02).

Dalam aksi 112, ini Habib Rizieq berpesan jangan sampai aksi bela Islam kali ini dituduh sebagai gerakan makar.
“Kepada semuanya, jangan sampai aksi ini dimaknai aksi makar, anti negara, anti pancasila, anti bhinneka tunggal ika. Kami bukan musuh bangsa ini,” tegas dia.

Ia menambahkan, sejumlah jajaran pemerintah justru turut hadir bersama umat Islam saat aksi damai 212.

“Ada presiden, panglima TNI, Kapolri. Jutaan umat Islam, dan juga ulama dan umara. Itu justru harus dimaknai aksi bhinneka tunggal ika yang sesungguhnya. Aksi yang mana yang tunggal ika, jika aksi 212 tidak dimaknai aksi tunggal ika?” tanya Imam Besar FPI ini secara retoris.

Habib Rizieq melanjutkan, aksi 112 merupakan gerakan umat Islam yang tulus karena cinta terhadap agama, negara, ulama, persatuan serta kemajemukan.

“Semoga kita diberkahi dan diberi ampunan serta pertolongan dengan tausiyah-tausiyah yang disampaikan. Jangan berhenti menyampaikan dan menyambung ukhuwah di antara kita,” sambungnya.


Ia pun berpesan agar umat Islam berpegang teguh pada ketetapan Allah SWT dan jangan bercerai berai. Umat Islam tidak boleh mundur satu langkah pun untuk membela agama Allah.

“Jangan mau mundur. Dan jangan mau dipecah belah. Siap bersatu???” kata Habib. Jutaan umat muslim yang memenuhi Masjid Istiqlal pun menyambut seruan Habib Rizieq dengan seruan takbir.[kiblat]

Contributors

Powered by Blogger.