USABERSYARIAH --- Mudzakarah ulama & Habaib jabodetabek: "Tolak pernyataan menkopolhukam bubarkan ormas islam" Kamis 14 sya’ban 1438 H/11 Mei 2017. Bertempat di Ma’had Daarul Muwahid Srengseng, Kembangan Jakarta Barat .



Pertemuan Para ulama , Asatidz, Kiai, Habib  dalam Mudzakarah Ulama dan Habaib Jabodetabek berjalan dengan suasana keakraban dan kekeluargaan untuk membahas adanya rencana rezim penguasa melalui pernyataan Menkopolhukam yang akan membubarkan organisasi Hizbut Tahrir.

Dalam mudzakarah ini 100 ulama, kiai, Asatidz dan Habaib yang menyatakan penolakan tegas akan adanya upaya rezim penguasa untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia dan para Ulama siap berada di garda terdepan untuk membelah Hizbut Tahrir Indonessalim : 

KH Sofar Mawardi Selaku Mudir Ma'had Darul Muwahid dalam kalimut Taqdiim beliau selaku Shohibul Bait beliau menyampaikan kami sebagai ulama yg bergerak dibidang dakwah merespon terhadap rencana pemerintah yang melalui menkopolhukan akan membubarkan ormas islam " HTI".  

Perlu kami sampaikan kepada para pejabat pemerintah gak perlu takut dan kwatir apa sebab? 

Karena HTI itu cuma menyampaikan islam secara kaffah sebagai pengemban dakwah sejati soal mendirikan khilafah bukanlah peran HTI melainkan Janji Allah, sekuat apapun usaha HTI untuk mendirikan Khilafah kalau Irodah dan Qodrat Allah tidak berkehendak maka tidak akan berdiri. 

 Sebaliknya sekuat dan sekeras apapun penolakan yang dilakukan kelompok penolak Khilahfah tetap akan tegak dan tidak ada satupun yang bisa menolaknya.

Sebagaimana keyakinan kita akan turunnya Nabi Isa as yang akan mengangkat jizyah maka automatis khilafah sudah tegak apa sebab jizyah tidak akan terkumpul kecuali adanya khilafah dulu.

Jadi tidak usah risau takut cemas berlebihan karna tugas HTI hanya menyeru isi islam dan berperan mencerdaskan bangsa.

Dalam Mudzakarah ini beberapa ulama telah menyampaikan dukungan dan penolakan terhadapa rencana pembubaran diantaranya:

Habi Kholilullah Bin Abu Bakar Al Habsy Pimpinan Majlis Zikir Ratibul Haddad:

“Sungguh sangat memperihantikan dari sekian hari kondisi bangsa ini semakin terpuruk. Sisi lain pemerintah alergi dan antipati dengan dakwah islam yang disampaikan HTI. Dalam pandangan kami Hanya HTI yang tidak menyimpang dari dari seruan islam. 

HTI dari awal penyebaran dakwahnya di negri ini telah banyak membatu negara dan bangsa indonesia ini mencetak generasi-gerasi yang jujur, patuh dan taat. 

Maka kami menasehati kepada pemerintah agar menghetikan rencana pemburan ormas islam dan membenci berkembangnya dakwah Islam kalau tidak kami berdoa agar Allah menururunkan laknat kepada siapa saja yang menolak syiar dan dakwah islam ini.

DR. KH Nawawi MA. MUI Depok:

Setelah menyampaikan pembukaan Beliau Mengutip hadis "riwayat imam Ahmad tentang kadatangan khilafah tsaniyah. 
 تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون،  ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكًا عاضًا فيكون ما شاء الله أن يكون، ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها، ثم تكون ملكًا جبرية فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، ثم سكت.

Dan saya bersyukur karena sekarang kami berada pada fase ke empat yakni mulkan jabariatan yang satu lakah lagi pindah pada fase Khilafah at-tsani dan saya’ti sanawatun khadda'aat.. 

Dan mengutip pernyataan Syeikh Yusuf Qordawi dalam kitabnya "al-ummatul muslimin hakikah laa waham wa awwalu min jakarta"  beliau menyatakan kebangkitan islam itu pasti terjadi bukan hayalan dan awalnya dari Jakarta.

Kami tidak ada kebencian pada pemerintah dan HTI juga sayang sama pemerintah maka dilakukanlah dakwah itu dalam rangka cintanya pada bangsa ini. 

Saya telas Menulis artikel dengan judul "HTI pengamal pancasila sejati" silahkan dibaca tulisan saya itu tutur DR KH Nawawi  ketua MUI Depok.

Ust Nur Alam Jurjani (ust Jambrong)

Menyatakan dukungannya kepada HTI karena sekarang HTI jadi alat oleh oknum elit politik untuk tujuan cita2nya dan ketahuilah bahwa sebentar lagi pertolongan Allah akan datang khilafah, mataa nasrullah inna nasrullahi qoriib.

Ust. Breno Maulana Saragih:

Bos hati nurani rakyat akan membubarkan hati nurani rakyat itu namanya manusia muna.... Sebut saja sudah jelas. 

Mengutip pernyataan Soekarno siapa yang keluar dari rel-rel revolusi maka ia akan di gilas oleh rel itu sendiri. 

Jangan takut karena hanya ada 1 tempat kelahiran dan banyak tempat kematian. jgn takut akan ancaman pemerintah kita harus terus berjuang bersama Hti karena tempat kematian itu banyak.

Praktisi Pendidikan Ust. Drs Moh Jamil purwakarta:

Saya sangat antusias sekali melihat konsep HTI selama 5 thn terakhir ini. Mencermati persoalan hari ini dari sisi lain ketika terjadi gelombang yang cukup panas merupakan tawar menawar secara politisi dari pemerintah dimana harga yang harus dikorbankan pada hari ini adalah HTI, tetapi ini merupakan trading politic yang luar biasa yang mana dipelosok-2 negri ini tidak tahu HTI hari ini jadi tahu. 

Jadi persoalan hari ini adalah tawar menawar pemerintah. Sebagamna dahulu HMI mau dibubarkan kenapa karena pada saat itu HMI lah satu2nya yang bisa melihat ancaman negri ini, dan saat ini hal yang sama HTI satu-satunya lembaga yang dapat melihat ancaman terhadap negri ini maka mahluk pengancam itu merasa harus membubarkan terlebih dahulu. Jadi sebenarnya bukan HTI nya yg ingin dibubarkan tetapi penghalang itulah yg dalam hal ini digenggam oleh HTI. dan ingat HTI tdk akan bisa dibubarkan krn sdh sesuai pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Bukan sesuai dengan ketuhanan yesus jd HTI tdk bertentangan dgn pancasila.

KH Ace Suuhaeri Ciganjur:

HTI sedang diuji akan dibubarin tapi banyak masyarakat tidak setuju….. bahkan bayk fitnah yg diarahhkan ke HTI dgn tuduhan anti ziarah anti tahlil dll. Tapi saya senantiasa menjawab. Saya jawab Kalian salah hti tdk seperti tuduhan kalian. Saya sampaikan Kepada sodara saya NU juga jika kalian gak setuju dengan perjuang HTI justru agama kalian dipertanyakan??apakah anda seorang Muslim Yang benar atau tidak…bahkan menurut saya kalau anda menghambat,menghalangi, memfitnah perjuangan dakwah dari hizbut tahrir Justru anda yang salah.

KH.Fauzi Ishaq pimpinan Majlis Ta’lim Al-Azhari Lengkong  dan Yayasan qolbun salim :

Bahwa kita semua berkumpul bertekad menolak adanya rencana wiranto membubarankan HTI….yang bisa membubarkan HTI hanya taqdir Allah selain dari itu tidak ada…Allahu akbar…sebenarnya pemerintah rugi besar membubarkan HTI seharusnya dia berterima kasih kepada Hizbut Tahrir,karena telah banyak membantu mengurangi beban pekerjaan pemerintah yang diemban yang selama ini tidak mampu mereka kerjakan….

KH Armain Pimpinan pesantren bani Mastur Bekasi:

……HTI tidak akan Bubar kita dakwah ngajarin Islam yang benar..ngajar orang benar.

KH Ibn Hajar ketua ormas2 sekecamatan ciracas sekaligus ketua MUI kec Ciracas.

Dengan ini menyatakan bhw kami an muslim ciracas merasa keberatan atas pembubaran hti oleh pemirintah yg berkuasa saat ini. Kami menghimbau agar lebih bijaksana dlm menerapkan hukum di indonesia bagaimnapun islam adalah satu satunya agama yang paling toleran terhadap agama2 lain. Jgn pd saat menghadapi agama diluar islam bersikap lunak dan ketika berhadapan dengan islam bersikap keras.

Ust. Drs Eman sulaiman bojong sari depok.

Suatu kenyataan bahwa ahok terlentang di pilkada dki karana menghujat alquran dan menhina para ulama dan wiranto dengan pernyataannya insyaallah3x rezimnya juga akan terlentang.

Ust. Tatang Tadjudin seorang pengurus PCNU Kec Klari Krawang:

Merasa perhatin atas keputusan pemerintah membubarkan hti yang di ucapkan bpk wiranto ini merupakan kedzoliman  pemerintah terhadap ummat islam karena selama ini yang berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah di indonesia hanyalah hti maka tidak ada alasan apapun utk membubarkan hti di indonesia maka dari itu saya pribadi dan seluruh ummat islam akan bersama2 berjuang bersama2 hti .

Kiyai Hariri dari kerawang:

Saya menolak pembubaran ormas islam terutama hti karena saya berpandangan hti selama ini yang diperjuangkan yang dicitai Allah dan rasulnya yaitu islam dan dalam pernyataan ini saya mencintai hti karena yg diperjuangkan adalah kecintaannya kepada Allah. Alasan yg kedua saya butuh khilafah untuk menerapkan sayariah yang ketiga saya merindukan khilafah yang diperjuangkan hti.







Sebelum pembacaan doa semua ulama dipimpin habib kholilullah bersama menyampaikan penolakan pembubaran HTI dan siap menjadi garda terdepan membela HTI.

#KamiBersamaHTI

Bahaya Laten Sekuler Radikal

"Nah kalau radikalisme sekuler itu sekelompok orang yang kemudian juga mendelegitimasi agama sehingga agama itu tidak boleh ikut memberikan kontribusi di dalam kehidupan." (KH. Ma'ruf Amin, 27/3/2017, Republika)



Sekulerisme adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Ini artinya, Agama tidak boleh mempunyai peranan dalam institusi bernegara. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan dasar negara kita.

Dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 1 berbunyi secara jelas;

Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Artinya komponen kehidupan bernegara di Indonesia haruslah merujuk kepada Agama. Maka bukanlah suatu tindakan makar, jika seseorang atau sekelompok orang merasa bahwa prilaku kehidupan bernegara haruslah didasarkan pada agama.

Secara tidak langsung, sekulerisme itu adalah musuh bagi negara. Karena pada hakikatnya melepaskan keterikatan rakyat kepada Allah SWT dalam hal ini meyakini kitab suci Al-Quran dan As-sunnah sebagai jalan hidup ummat islam. Prinsip-prinsip sekulerisme sejatinya adalah upaya agar manusia menjauhi nilai-nilai keyakinan bahwa Hak mengatur urusan manusia itu adalah milik Allah SWT. Ini juga bertentangan dengan nash-nash Al-Quran, diantaranya;

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah [5] : 50)

Berarti ideologi asing ini ingin memastikan bahwa masyarakat meninggalkan hukum yang bersumber dari langit —yakni hukum Allah SWT dan menerima hukum produk manusia. Anehnya, mereka yang mengaku sebagai pelindung dasar-dasar negara tidak menolak tentang keberadaan ideologi sekulerisme yg membawa dua jenis sistem perusak, Kapitalisme dan Komunisme.

Apalagi mengingat fakta dan realitas kekinian, adanya upaya untuk menggiring rakyat Indonesia untuk tidak selalu melandasi setiap prilakunya terhadap dalil-dalil hukum Syariah. Ini dibuktikan dengan dijauhkan pemahaman ummat tentang kewajiban memilih pemimpin muslim bagi muslim sendiri dan upaya membuat kaum muslimin di Indonesia masa bodoh terhadap pelecehan-pelecehan yang terjadi terhadap simbol-simbol agama ini.

Maka sesungguhnya masyarakat harus disadarkan dari Bahaya Laten Sekuler Radikal. Sebab Sekuler Radikal itu tidak mempunyai akar dalam memperjuangkan kemerdekaan ini. Melihat dahulu, kemerdekaan Indonesia tak pernah lepas dari ulama, santri dan cendekiawan muslim yang senantiasa berbicara tentang kepatuhan pada agama dan perjuangan yang tak pernah lepas dari ucapan "takbir" dan merdeka.

Akhukum,

Oleh : Rizqi Awal

( Founder Line Dakwah Islam )

( dakwahjateng )

Geger demo anti Khilafah di beberapa titik kota terkait agenda Muktamar yang diselenggarakan HTI di berbagai kota menyedot perhatian, secara khusus di Jatim menjadi hidangan menarik bagi warta lokal maupun nasional untuk memblow up. Kesan umumnya: HTI sedang dibully habis-habisan oleh pihak NU. 


Semakin gencarnya berita NU lakukan perlawanan dan membendung kelompok HTI, penulis menengarai ada pihak ketiga yang nyaman melancarkan serangan dengan membuat berita-berita adu domba dan merusak nama NU dengan mendompleng nama NU. Maka penulis menyarankan agar masyarakat dan pihak-pihak yang terhasut fair, jangan sampai terjebak mengambil keputusan.

Penulis menilai agitasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah sengaja diciptakan pihak tertentu untuk menyemai permusuhan di antara kelompok tersebut. Ukhuwah tak ingin lagi terjalin. Yang ada salah satu kelompok –tentunya yang sudah terhasut oleh user- semakin getol menyerang kelompok HTI guna memprovokasi mereka agar HTI dibubarkan.

Bahkan secara irrasional membuat tuduhan imajiner bahwa kelompok HTI membahayakan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara (Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan kebinekaan). Dan konsepsi inilah yang diadopsi oleh BNPT dan di sosialisasikan dalam berbagai kesempatan dengan obyek masyarakat luas.

Waspadai Adu Domba Sesama Muslim NU vs HTI

Hal ini senada dengan Cheril Benard mengemukakan bahwa salah satu cara untuk membendung persatuan kaum Muslim adalah dengan membuat perbedaan yang sangat jauh antara kelompok tradisional dengan kelompok fundamentalis. 

Langkah-langkah ini sengaja dicipatakan sebagai bagian dari langkah Barat, khususnya Amerika dalam perangnya yang sifatnya ideologis.


Berbagai opini negatif (stigma) sengaja dihembuskan sebagai bagian dari skenario War On Terorisme yang digaungkan sejak masa Presiden George W. Bush dengan tujuan akhirnya menyerang Islam. Banyak pula peneliti yang getol menggiring opini masyarakat agar memberi pencitraan negatif terhadap gerakan Islam.

Barat pun terus melemahkan spirit kaum Muslim dalam memperjuangkan syariah Islam dengan cara menciptakan istilah-istilah seperti kelompok tradisional, kelompok fundamentalis, kelompok modernis, serta kelompok sekular. Politik Devide et Impera (adu domba) digunakan sebagai cara untuk membenturkan antara umat Islam yang satu dengan yang lainnya.

Dalam konteks umat Islam di Indonesia, upaya adu domba itu tampak jelas, misalnya, dari upaya membenturkan NU yang dinilai sebagai representasi kelompok tradisionalis dan Muhammadiyah yang dianggap sebagai representasi kelompok modernis dengan kelompok seperti HTI yang dianggap sebagai kelompok fundamentalis.

Memang pada awalnya penulis menuding bahwa HTI gerakan makar yang harus dibredel keberadaannya. Hingga penulis membentuk timsus investigasi. Hasilnya, tim menemukan kebenaran HTI memang serius membangun Khilafah dan membongkar status-quo hegemoni kapitalisme yang menurut mereka mengakar kuat dari hulu ke hilir. 

Nah ini dia, penulis mencurigai proyek khilafah just brand of bussines HTI untuk mengeruhkan NKRI-awalnya.

Tak puas dengan hasil investigasi, penulis beberapa kali berdebat dan berdialog dengan salah satu pimpinannya, entry point-nya setelah mendengar penjelasannya yang komperehensif tentang HTI, konsep Islam politik, dan strateginya menghantarkan kesimpulan bahwa saat ini tidak ada kelompok yang lebih nasionalis daripada HTI sendiri. 

Konsep dan semangat nasionalismenya kuat. Di berbagai media-media HTI sendiri, penulis menilai bahasa-bahasa perlawanan anti kapitalisme dan semangat membela SDA dan martabat negeri ini, akan mudah membakar semangat anak-anak muda.

Sialnya, konsep khilafah HTI masih kurang nyaring dan asing di telinga masyarakat tradisionalis, penulis menduga kuat ini satu celah besar bagi pihak intelijen Barat lewat tangan-tangannya untuk menusuk HTI dengan format adu domba dengan ormas terbesar, tidak lain adalah pihak NU.

Soal usaha adu domba antarkelompok Islam bukanlah isapan jempol. Perhatikanlah dokumen yang dikeluarkan oleh Rand Corporation – sebuah lembaga think-tank neo-konservatif AS. Dalam rekomendasi Rand Corporation berjudul Civil Democratic Silam, Parters, Resources, And Strategies yang ditulis Cheryl Benard, diungkap secara detil upaya untuk memecah-belah umat Islam.
Tulisan ini layak dipertimbangkan, hendaknya membuat kita berhati-hati dalam bersikap. 

Umat Islam harus hati-hati dan jangan mau untuk diadu domba, saling menyalahkan dan saling menghujat dengan politik murahan seperti ini karena inilah yang diharapkan pihak Barat agar umat Islam berpecah belah, tenggelm dalam civil war sehingga kekuatannya menjadi lemah dan akhirnya kalah.

Oleh : Hasyim Bisri
(Direktur Centra Politica)

Contributors

Powered by Blogger.